Cara Melatih Mental Anak Agar Berani Dan Tidak Malu

Cara Melatih Mental Anak Agar Berani Dan Tidak Malu

Cara Melatih Mental Anak Agar Berani Dan Tidak Malu

Saat ini, banyak kasus perundungan atau bullying yang terjadi di sekolah bahkan lingkungan sekitar rumah. Bullying bisa dilakukan secara fisik dan verbal, bahkan lewat tulisan di dunia maya. Bullying tidak bisa disepelekan, Moms. Korban bullying dapat menderita depresi, gangguan kecemasan, serta gangguan mental lainnya. Semua itu berbahaya bagi anak.

Karena itu, tindakan pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Salah satu cara paling efektif adalah dengan cara melatih mental anak agar berani dan menjadi percaya diri, sehingga mentalnya kuat untuk menghadapi tindakan bully. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menanamkan sikap positif tersebut:

1. Melatih anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar

Bully kerap menyasar anak yang pendiam dan jarang bergaul. Ya, mereka yang takut bersosialisasi lebih rentan untuk dikucilkan dan mengalami perundungan. Karena itu, alangkah baiknya mengajarkan anak untuk berani bersosialisasi untuk mencegah bullying.

Kemampuan bersosialisasi bisa dilatih lewat hal-hal kecil sejak dini. Misalnya, dengan melatihnya pergi ke warung, bermain dengan teman, hingga sering mengajaknya ke luar rumah. Tapi, jangan sampai memaksanya ya, Moms. Jika dipaksa, anak bisa tertekan dan semakin enggan bersosialisasi.

2. Biarkan anak mengeksplorasi hal baru

Mengeksplorasi hal baru dapat memberikan dampak positif untuk mental anak. Anak dapat tertantang ketika mengalami rintangan yang belum pernah dialaminya. Tantangan-tantangan tersebut dapat melatihnya untuk jadi lebih berani.

Hal-hal positif yang bisa dicoba anak di antaranya memberi makan hewan di kebun binatang, menanam pohon, berkenalan dengan orang baru, hingga menggunakan transportasi umum yang belum pernah dicobanya.

3. Berkomunikasi saat anak menghadapi kesulitan

Komunikasi adalah kunci penting dalam parenting. Biasakan untuk berkomunikasi dengannya ketika dia mengalami kesulitan, sehingga Anda jadi sosok yang dipercaya olehnya untuk menceritakan masalah.

Dengan menjadi teman ngobrol anak, Anda bisa mengetahui ketika dia mengalami perundungan. Anda bisa segera mengambil tindakan terbaik sembari menyemangati anak untuk menguatkan mentalnya.

4. Menjadi role model

Anak cenderung meniru role model atau sosok panutan di lingkungannya. Sebagai orang tua, Anda harus menjadi role model yang baik dengan menunjukkan sikap positif di situasi sehari-hari.

Misalnya, Anda bisa menunjukkan sikap tenang dan tidak takut saat ada masalah, serta berani berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

5. Sediakan bekal agar anak makan bersama teman-temannya

Membawakan anak bekal memiliki banyak manfaat. Selain menyediakan makanan yang bersih dan sehat untuk anak, bekal juga bisa menjadi sarana agar anak makan bersama teman-temannya di jam istirahat. Anda pun bisa menambahkan makanan ekstra atau camilan agar anak Anda membagikannya ke teman-teman di sekolah. Saling berbagi makanan dapat meningkatkan kemampuan sosial anak, serta dapat meningkatkan persahabatan dan mencegah bullying.

Tentunya, bekal yang disajikan harus bernutrisi agar mendukung pertumbuhan fisik dan otak anak. Sediakanlah aneka makanan sehat yang beragam setiap hari, mulai dari telur, daging ayam, ikan salon, buah, sayur, dan lain-lain. Susu pertumbuhan juga penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya, Moms. Agar anak memiliki mental kuat untuk menghindari bullying, terapkanlah kiat-kiat di atas dengan konsisten dan tanpa memaksa. Kelak, anak akan jadi lebih berani dan percaya diri.

No comments.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *